BAB 8
Pertentangan Sosial dan Integrasi
Masyarakat


Pengertian Pertentangan Sosial
Pertentangan sosial merupakan suatu
penyimpangan yang biasanya didasari oleh kesalah pahaman. Pertentangan sosial
dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari sebagai contohnya : tawuran,
peperangan antar suku dan juga kekerasan dalam rumah tangga semua , semua itu
hanya ingin memuaskan keegoisan masing-masing yang ingin memenangkan dirinya
sendiri.
Yang sering kita lihat dalam kehidupan
sehari-hari ini adalah tawuran, tawuran biasanya dilakukan hanya karena saling
ejek satu sama lain, untuk memperoleh kebanggaan tersendiri. Hal tersebut dapat
dihilangkan dengan cara percaya satu sama lainnya, terbuka, saling pengertian
dan semua itu dapat di tanamkan dari kecil agar tidak mudah salah paham
terhadap orang lain.
Adapun
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pertentangan sosial:
1. Rasa Iri antara individu,negara, dan masyarakat
2. Adanya rasa tidak puas masyarakat terhadap kepemerintahan
3. Banyak adu domba antara politik,agama,suku serta budaya
1. Rasa Iri antara individu,negara, dan masyarakat
2. Adanya rasa tidak puas masyarakat terhadap kepemerintahan
3. Banyak adu domba antara politik,agama,suku serta budaya
PERTENTANGAN
SOSIAL DAN KETEGANGAN DALAM MASYARAKAT
Konflik mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dalam hal ini terdapat tiga elemen dasar yang merupakan ciri dari situasi konflik, yaitu :
1. Terdapat dua atau lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik.
2. Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, masalah, sikap, maupun gagasan-gagasan.
3. Terdapat interaksi diantara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut.
Konflik
merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang
sering dihubungkan dengan kebencian atau permusuhan, konflik dapat terjadi pada
lingkungan :
a. Pada taraf di dalam diri seseorang, konflik menunjuk adanya pertentangan, ketidakpastian atau emosi dan dorongan yang antagonistic dalam diri seseorang.
b. Pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan, nilai-nilai dan norma, motivasi untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka.
c. Pada taraf masyarakat, konflik juga bersumber pada perbedaan antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan nilai-nilai dan norma-norma dimana kelompok yang bersangkutan berada
golongan yang berbeda dan integrasi sosial masyarakat indonesia adalah masyarakat yang majemuk, masyarakat majemuk itu di persatukan oleh sistem nasional negara indonesia.
Aspek-aspek kemasyarakatann yang mempersatukannya antara
lain :
1. Suku bangsa dan kebudayaannya
2. Agama.
3. Bahasa,
4. Negara Indonesia
1. Suku bangsa dan kebudayaannya
2. Agama.
3. Bahasa,
4. Negara Indonesia
Pengertian Integrasi Sosial
Integrasi
berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti
kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses
penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan
masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki
keserasian fungsi.
Definisi
lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik
beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat,
namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing. Integrasi memiliki 2 pengertian,
yaitu :
- Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu
- Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu
Sedangkan yang disebut integrasi
sosial adalah jika yang dikendalikan, disatukan, atau dikaitkan satu sama lain
itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan.
Suatu integrasi sosial di perlukan
agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik merupa
tantangan fisik maupun konflik yang terjadi
secara sosial budaya.
Menurut pandangan para penganut fungsionalisme struktur sistem sosial
senantiasa terintegrasi di atas dua landasan berikut :
- Suatu masyarakat senantiasa terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus (kesepakatan) di antara sebagian besar anggota masyarakat tentang nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat fundamental (mendasar)
- Masyarakat terintegrasi karena berbagai anggota masyarakat sekaligus menjadi anggota dari berbagai kesatuan sosial (cross-cutting affiliation). Setiap konflik yang terjadi di antara kesatuan sosial dengan kesatuan sosial lainnya akan segera dinetralkan oleh adanya loyalitas ganda (cross-cutting loyalities) dari anggota masyarakat terhadap berbagai kesatuan sosial.
Penganut konflik berpendapat bahwa masyarakat
terintegtrasi atas paksaan dan karena adanya saling ketergantungan di antara
berbagai kelompok.
Integrasi sosial akan terbentuk
apabila sebagian besar masyarakat memiliki kesepakatan tentang batas-batas
teritorial, nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata
sosial
sumber : wikipedia prathama wordpress
PERTANYAAN
PERTANYAAN
1.
penyimpangan
yang biasanya didasari oleh kesalah pahaman, merupakan pengertian dari…
a.
Pengamalan
sosial
b.
Penyimpangan sosial
c.
Kesenjangan
Sosial
d.
Integritas
Sosial
2.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi terjadinya pertentangan social yang benar adalah…
a.
Rasa
Iri antara individu,negara, dan masyarakat
b.
Adanya
rasa tidak puas masyarakat terhadap kepemerintahan
c.
Banyak
adu domba antara politik,agama,suku serta budaya
d.
Semua benar
3.
Yang
bukan aspek-aspek yang mempersatukan
kemasyarakatan adalah…
a.
Suku
bangsa dan kebudayaannya
b.
Agama
c.
Bahasa
d.
Status sosial
4.
Integrasi
berasal dari bahasa inggris, yaitu…
a.
Integratitation
b.
Integration
c.
Intergrration
d.
Interdimension
5.
Dalam
artikel diatas, integrasi memiliki berapa pengertian …
a.
2
b.
3
c.
4
d.
5






